.:: perbandinganmazhab.com ::.
Tema (2) : Shalat - 13. Pembahasan seputar sujud

2. Prf cara sujud tilawah

A. Mazhab Al-Hanafiyah

Al-Jashash (w. 370 H) menuliskan di dalam kitabnya Syarh Mukhtashar ath-Thahawi li al-Jashash sebagai berikut :

ويكبر لسجود التلاوةمستقبل القبلة... ولا يجب فيه تشهد، ولا تسليم

Dia bertakbir ketika melakukan sujud tilawah sabmil menghadap kiblat...tidak wajib tsyahhud dan juga salam


Al-Jashash Syarh Mukhtashar ath-Thahawi li al-Jashash, jilid 1 hal. 733,734

As-Sarakhsi (w. 483 H) menuliskan di dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

 وَيُكَبِّرُ لِسَجْدَةِ التِّلَاوَةِ وَإِذَا سَجَدَ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ كَمَا فِي سَجْدَةِ الصَّلَاةِ ... وَلَا يُسَلِّمُ فِيهَا 

Wajib bertakbir ketika sujud tilawah disaat hendak sujud dan bangun dari sujud, ... tanpa salam


As-Sarakhsi Al-Mabsuth, jilid 2 hal. 10

Al-Babarty (w. 786 H) menuliskan di dalam kitabnya Al-Inayah Syarhu Al-hidayah sebagai berikut :

وَمَنْ أَرَادَ السُّجُودَ كَبَّرَ وَلَمْ يَرْفَعْ يَدَيْهِ وَسَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ وَرَفَعَ رَأْسَهُ..وَلَا تَشَهُّدَ عَلَيْهِ وَلَا سَلَامَ

Bagi siapa saja yang mau sujud hendaknya bertakbir tanpa mengangkat kedua tangan dan langsung sujud, kemudian dia bertakbir lagi dang mengangkat kepalanya dari sujud...tidak ada tasyahhud dan salam baginya


Al-Babarty Al-Inayah Syarhu Al-hidayah, jilid 2 hal. 25,26

B. Mazhab Al-Malikiyah

Al-Qarafi (w. 684 H) menuliskan di dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

 فِي الْجَوَاهِرِ يُشْتَرَطُ فِيهَا شَرَائِطُ الصَّلَاةِ إِلَّا السَّلَامَ وَالْإِحْرَامَ وَيُكَبِّرُ لِلْخَفْضِ وَالرَّفْعِ إِنْ كَانَ فِي صَلَاةٍ 

Disebutkan di dalam kitab jawahir di syaratkan ketika sujud tilawah syarat-syarat shalat kecuali bacaan salam dan takbiratul ihram, dan hendaknya dia bertakbir ketika sujud dan bangun dari sujud jika dia sedang berada dalam shalat


Al-Qarafi Adz-Dzakhirah, jilid 2 hal. 412

Khalil bin Ishaq Al-Mishri (w. 776 H) menuliskan di dalam kitabnya Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

سجد بشرط الصلاة بلا إحرام وسلام...وكبر لخفض ورفع

Syarat sujud tilawah sama seperti syarat shalat tanpa takbiratul ihram ataupun salam...dengan bertakbir ketika mau sujud ataupun mengangkat kepala dari sujud


Khalil bin Ishaq Al-Mishri Mukhtashar Khalil, jilid 1 hal. 38

C. Mazhab Asy-Syafi'iyah

An-Nawawi (w. 676 H) menuliskan di dalam kitabnya Al-Majmu Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

حُكْمُ سُجُودِ التِّلَاوَةِفِي الشُّرُوطِ حُكْمُ صَلَاةِ النَّفْل ... إذا سَجَدَ لِلتِّلَاوَةِ فِي الصَّلَاةِ لَمْ يُكَبِّرْ لِلِافْتِتَاحِ ... لَكِنْ يُسْتَحَبُّ أَنْ يُكَبِّرَ فِي الْهَوِيِّ إلَى السُّجُودِ وَلَا يَرْفَعُ الْيَدَ ... وَيُكَبِّرُ عِنْدَ رَفْعِهِ رَأْسَهُ مِنْ السُّجُودِ..وَإِنْ كَانَ فِي غَيْرِ الصَّلَاةِ كَبَّرَ..وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَرْفَعَ يَدَيْهِ لِأَنَّهُ تَكْبِيرَةُ افْتِتَاحٍ فَهِيَ كَتَكْبِيرَةِ الْإِحْرَامِ ثُمَّ يُكَبِّرُ تَكْبِيرَةً أُخْرَى لِلسُّجُودِ وَلَا يَرْفَعُ الْيَدَ

Syarat-syarat sujud tilawah sama dengan syarat-syarat shalat sunnah...jika dia mau melakukan sujud tilawah sedangkan dia sedang berada di dalam shalat jangan bertakbir...tetapi disunnahkan bertakbir ketika mau sujud tanpa mengangkat tangan...diya juga bertakbir ketika mengangkat kepalanya dari sujud...dan jika diya sedang tidak berada di dalam shalat hendaknya diya bertakbir iftitah...dan disunnahkan mengangkat kedua tangan karena takbir iftitah seperti takbiratul ihram kemudian dia bertakbir lagi untuk sujud tanpa mengangkat kedua tangannya


An-Nawawi Al-Majmu Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 4 hal. 63,64

D. Mazhab Al-Hanabilah

Ibnu Qudamah (w. 620 H) menuliskan di dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

 يُشْتَرَطُ لِلسُّجُودِ مَا يُشْتَرَطُ لِصَلَاةِ النَّافِلَةِ

Disyaratkan pada sujud tilawah seperti syarat-syarat yang ada pada shalat sunnah


Ibnu Qudamah Al-Mughni, jilid 1 hal. 444

E. Mazhab Azh-Zhahiriyah