.:: perbandinganmazhab.com ::.
Tema (2) : Shalat - 13. Pembahasan seputar sujud

3. Prf hukum sujud syukur

A. Mazhab Al-Hanafiyah

Al-Quduri (w. 428 H) menuliskan di dalam kitabnya At-Tajrid Al-Mausah Al-Fiqhiyah Al-Muqaranah sebagai berikut :

ذكر الطحاوي عن أبي حنيفة: أن سجود الشكر ليس بشيء مسنون

Imam ath thahawi meriwayatkan dari abu hanifah bahwasanya sujud syukur bukanlah sebuah kesunnahan


Al-Quduri At-Tajrid Al-Mausah Al-Fiqhiyah Al-Muqaranah, jilid 2 hal. 667

B. Mazhab Al-Malikiyah

Al-Qarafi (w. 684 H) menuliskan di dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

فِي الْجَوَاهِرِ سَجْدَةُ الشُّكْرِ مَكْرُوهَةٌ عَلَى الْمَشْهُورِ 

Disebutkan dalam kitab jawahir bahwa sujud syukur hukumnya makruh menurut pendapat yang masyhur


Al-Qarafi Adz-Dzakhirah, jilid 2 hal. 416

C. Mazhab Asy-Syafi'iyah

An-Nawawi (w. 676 H) menuliskan di dalam kitabnya Al-Majmu Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

قال الشَّافِعِيُّ وَالْأَصْحَابُ سُجُودُ الشُّكْرِ سُنَّةٌ 

Imam syafi'i dan ulama-ulama mazhab syafi'i berpendapat bahwa sujud syukur hukumnya sunnah


An-Nawawi Al-Majmu Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 4 hal. 68

D. Mazhab Al-Hanabilah

Ibnu Qudamah (w. 620 H) menuliskan di dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

وَيُسْتَحَبُّ سُجُودُ الشُّكْرِ عِنْدَ تَجَدُّدِ النِّعَمِ، وَانْدِفَاعِ النِّقَمِ

Disunnahkan sujud syukur ketika mendapat nikmat dan dijauhi dari segala yang dibenci


Ibnu Qudamah Al-Mughni, jilid 1 hal. 449

E. Mazhab Azh-Zhahiriyah